.

Written By Hadi Prayitno on Sabtu, 28 Desember 2013 | 13.44

CATATAN DIKLAT
Hotel Permata, Bogor, 26-29 Agustus 2013
            PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS TEKS DAN JENIS-JENIS TEKS
Dr. Tri Wiratno, M.A., UNS
1.     Teks
Teks adalah satuan bahasa yang dimediakan secara lisan atau tertulis dengan organisasi tertentu untuk mengungkapkan makna tertentu. Jadi, esensi teks adalah makna dan konteks.
Cirinya:
a.       Mengandung makna
b.      Terikat konteks
c.       Berwujud bahasa lisan/tulis
d.      Merupakan objek bahasa.
2.     Pembelajaran Bahasa
a.       Menurut Richard and Rogers, ada 3 teori kebahasaan yang mendasari pembelajaran bahasa:
(1)  Teori Struktural: Bahasa merupakan sistem yang terdiri atas unsur-unsur untuk mengungkapkan makna atau maksud. Efeknya, pembelajaran bahasa menitik beratkan pada unsur bahasa (tata bahasa). Teori ini mendasari munculnya pendekatan struktural dalam pembelajaran bahasa.
(2)  Teori Fungsional: Bahasa bersifat fungsional. Artinya, bahasa dipandang sebagai alat untuk mengungkapkan makna sesuai dengan fungsi yang dikehendaki. Dengan demikian, bahasa selalu ada dalam kerangka fungsi komunikasi. Implikasinya, pembelajaran bahasa lebih menekankan pada semantik dan fungsi komunikatif daripada struktural dan gramatikal. Teori ini mendasari munculnya pendekatan komunikatif.
(3)  Teori Interaksional: Bahasa digunakan untuk merealisasikan hubungan antarmanusia. Teori ini menggabungkan teori struturl dan fungsional.

3.     Pembelajaran Berbasis Genre
Pembelajaran ini berdasar pada teori linguistik sistemik fungsional.
4.     Pendekatan, Metode, Teknik
a.       Pendekatan bersifat konseptual dan teoretis, aksiomatis. Pendekatan pandangan tentang pembelajaran bahasa atas dasar asumsi atau teori tentang hakikat bahasa. Karena itu, pendekatan merupakan konsep atau teori yang mendasari pemilihan prosedur pembelajaran.
b.      Metode bersifat prosedural. Metode adalah tata cara penyajian materi yang bersifat prosedural (Anthony, 1963:65).
c.       Teknik bersifat implementatif. Teknik berkaitan dengan cara, strategi, atau taktik pelaksanaan pembelajaran di kelas(Anthony, 1963:66).
5.     Teks memiliki 2 unsur utama:
a.       Konteks situasi: berkaitan dengan penggunaan bahasa yang di dalamnya terdapat register (konteks, pendengar, pesan, partisipan, dsb.)  yang melatarbelakangi lahirnya teks.
b.      Konteks budaya
6.     Tahapan pembelajaran bahasa berbasis teks:
a.       Pembangunan konteks
b.      Pemodelan teks
c.       Pembuatan teks secara bersama-sama
d.      Pembuatan teks secara mandiri.
Tahapan tersebut bersifat siklus, guru dapat memulainya dari mana pun.  Tahapan ini merupakan teknik, bukan pendekatan, sehingga kegiatannya harus disesuaikan dengan pendekatan ilmiah.
7.     Genre sebagai jenis teks terbagi atas 2 kelompok:
a.       Teks faktual: dibuat berdasarkan kejadian atau kenyataan. Teks ini meliputi laporan, deskripsi, rekon, eksplanasi, prosedur, eksposisi, diskusi.
b.      Teks fiksi: dibuat berdasarkan imajinasi. Teks ini meliputi anekdot, rekon, cerita/naratif, dan eksemplum.
8.     Teks deskripsi lebih banyak menggunakan penjelas yang berfungsi sebagai pendeskripsi, sedangkan laporan lebih banyak menggunakan penjelas yang berfungsi sebagai penjenis.
9.     Teks laporan harus mengungkapkan klasifikasi. Hal ini biasanya terlihat pada bagian awal, misalnya dengan pernyataan “Sampah merupakan salah satu benda yang dapat memicu polusi ....”.
10. Teks Ekplanasi adalah teks yang berisi hubungan sebab-akibat.  Karena itu, kata kunci yang digunakan adalah sebab, karena, akibat, akibatnya, maka, maka itu, oleh karenanya,
11. Eksplansi kompleks adalah eksplanasi yang hubungan sebab akibatnya disisipi deskripsi, rekon, cerita, dsb. Sebagai penjelas; sehingga kompleks. Ekplanasinya merupakan genre micro, sedangkan yang ada di dalamnya disebut genre makro.
Contoh:
Badu kemarin bersepeda di lapangan saat hujan. Lapangan  licin sehingga Badu jatuh. Ia sakit. Kepalanya terluka akibat terantuk batu lancip. Keningnya robek selebar 3 cm. Darah mengucur deras. Badu mencoba menutupnya dengan telapak tangan, tapi darah tidak juga mampat. Badu pulang sambil menangis. Ayahnya membawa Badu ke dokter. Keesokan harinya Badu tidak bisa masuk sekolah. Untuk memberitahu gurunya, Ibu Badu menulis surat izin.
12. Prosedur kompleks adalah prosedur yang langkah-langkahnya berlapis-lapis. Artinya, dalam langkah ada sub-sub langkah.
13.Teks ekposisi adalah teks yang berisi argumen dari satu sisi. Misalnya, penyelesaian masalah pedagang kaki lima melalui penggusuran. Penulis tidak membahas argumen yang anti terhadap penggusuran.
14. Teks diskusi adalah teks yang berisi argumen, tetapi dari dua sudut, yaitu yang pro dan kontra.
15. Eksposisi hortatoris berisi anjuran atau ajakan untuk melakukan sesuatu sehingga dampaknya pembaca melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Misalnya: eksposisi yang mengajak pembaca untuk tidak merokok.


Share this article :

1 komentar:

fujimaro hattori mengatakan...

sangat membantu gan.. ijin comot :D



 
Support : Tohib Mustahib
Copyright © 2013. BAHASA DAN SASTRA INDONESIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger